Saturday, November 25klik1ayat.com

Akhlak

Terkabulnya Doa

Terkabulnya Doa

Akhlak, Fiqih
Sebagai seorang hamba, pengkabulan doa adalah sebuah karunia besar. Namun, nyatanya untuk mendapatkan karunia tersebut tidaklah mudah. Pernah suatu saat Sy. Sa’ad bin Abi Waqash memohon kepada Rasulullah Saw. Agar Allah menjadikannya sebagai orang yang mustajab doanya. Nabi Saw. tidak serta merta langsung mendoakan sahabatnya tersebut, namun memintanya untuk memperbaiki makanannya. يَا سَعْدُ, أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ مُسْتَجَابَ الدَّعْوَة “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya.” Kemudian, Nabi Saw. melanjutkan, وَالَّذِيْ نَفْسِ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَقْذِفُ اللُّقْمَةَ الْحَرَامَ فِيْ جَوْفِهِ مَا يَتَقَبَّلُ مِنْهُ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً ، وَأَيُّمَا عَبْدٍ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنَ
Jalan Pintas Untuk Sukses

Jalan Pintas Untuk Sukses

Akhlak, Motivasi
Ridho orang tua punya peran yang cukup dominan untuk kelancaran rencana kehidupan kita. Urusan bisnis, sekolah, rumahtangga, bahkan ibadah akan terasa lebih mudah jika kita telah mengantongi ridha orangtua. Mengapa bisa demikian? Karena ridha Allah bergantung kepada ridha orangtua. Begitu pula kemurkaan Allah Swt. bergantung kepada kemurkaan orangtua. Lebih jelas, bisa kita simak hadits riwayat Ibn Hibban dari Sy. Abdullah bin Umar Ra. Di bawah ini: رِضَى اللهُ فى رِضَى الوَالِدَيْنِ و سَخَطُ الله فى سَخَطُ الوَالِدَيْنِ “Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orangtua.” Untuk mendapatkan ridha tersebut, sudah selayaknya bagi kita untuk meminta restu terlebih dahulu. Memang, terkadang ada beberapa ganjalan yang membuat perolehan
Selamatkan Diri Dari Ghibah

Selamatkan Diri Dari Ghibah

Akhlak, Motivasi
Puasa Ramadhan merupakan momen baik untuk melatih kontrol lisan kita. Memang, jika dilihat sekilas, lisan adalah salah satu karunia terbesar yang Allah amanatkan. Bertasbih, bertahmid, bershalawat, menyampaikan kebenaran dan kebaikan merupakan wujud syukur yang harusnya senantiasa mengantarkan kita kepada keridhaan Allah Swt. Namun, terkadang tak sedikit aktivitas kufur yang malah membuat kita terjerumus dalam kerugian besar. Misalnya saja ghibah. إن العبد ليتكلم بالكلمة من رضوان الله , لا يلقي لها بالا , يرفعه الله بها درجات , و إن العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله , لا يلقي لها بالا يهوي بها في جهنم “Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh s
Bohong, Jangan Lagi!

Bohong, Jangan Lagi!

Akhlak
Kehidupan sering kali menawarkankan ‘bohong’ sebagai sebuah alternatif untuk sekadar lolos dari tekanan atau ketidaknyamanan. Terkesan menyelesaikan memang, namun nyatanya tidak demikian. Bahkan ada konsekuensi lain seperti efek domino yang harus dipikul. Suka atau tidak suka, sengaja atau tidak tetap akan ada masalah beruntun yang menyertai kebohongan, apapun itu. Masih teringat kisah si penggembala dan serigala? Cerita yang tak asing di telinga kita. Berawal dari rasa iseng dan mencari sensasi humor, seorang anak mulai membuat lelucon tentang kebohongan serigala. Tentu warga percaya dengan hal itu. Satu, dua dan tiga kali seruan akan kehadiran serigala itu berulang. Tak pelak, anak itu perlahan kehilangan kepercayaan dari warga. Tak ada lagi yang mempercayai perkataannya. Singkat kata
Tak Cukup Sekali

Tak Cukup Sekali

Akhlak
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ “Setiap anak Adam itu mempunyai kesalahan, dan sebaik-baik orang yang mempunyai kesalahan ialah orang-orang yang banyak bertaubat.”(HR. Tirmidzi (2499) dan Ibnu Majah (4251)). Sebagai insan, kita tak bisa lepas dari lupa dan salah. Memang demikianlah fitrah sebenarnya manusia. Namun, bukan berarti kita dengan mudah mengkambinghitamkan ketentuan Allah dan berbuat dosa sebebas-bebasnya. Justru malah sebaliknya, Allah memberi ujian untuk mengetahui siapa yang beramal paling baik diantara hamba-hamba-Nya. Dari hadits di atas kita belajar untuk senantiasa bertaubat, membersihkan diri dari berbagai kesalahan. Taubat dalam pengetian ini tidak sekadar ucapan saja. Namun diiringi rasa penyesalan dan pelepasan diri dari kekhilafa
Menggali Kearifan Musyawarah

Menggali Kearifan Musyawarah

Akhlak
Terkadang, dalam keseharian kita menemukan beberapa permasalahan yang tak dapat diselesaikan. Tak jarang, pada akhirnya kita meminta pendapat orang-orang terdekat untuk ikut mengambil sikap. Upaya semacam inilah yang lazim disebut sebagai musyawarah. Jika dilihat dari segi bahasa, kata musyawarah, diambil dari syuraa yang berarti mengambil dan mengeluarkan pendapat. Sedangkan pengertian dalam mu’jam al Ghani adalah menjadikan sebuah urusan untuk diperdengarkan secara umum, dengan mengemukakan pendapat. Seringkali pemakaian kata musyawarah ini berkaitan erat dengan hal-hal positif, sesuai dengan makna kata dasarnya. Dari hal positif inilah kita bisa belajar pentingnya sharing atau musyawarah untuk menjalin silaturrahmi dan keakraban, termasuk untuk memadupadankan gagaasan-gagasan antar se
Ada Teguran Keras Dibalik Ungkapan kata “ah”….

Ada Teguran Keras Dibalik Ungkapan kata “ah”….

Akhlak, Al Qur'an, Motivasi
Ungkapan kata “ah”,  merupakan sebuah kebisaan kita sebagai anak yang pernah dilakukan dan mungkin sering, kebiasaan seperti apa ?. Kebiasaan pada orang tua ketika diperintahkan sesuatu namun menolaknya dengan berbagai alasan. “Nak, belikan ibu korek api ya di warung depan !!” “ah” emak nh, lg asyik maennya nh. Suruh adek aja tuh !!” Bagaimana, apa ungkapan kata “ah” pernah diucapakan diwaktu kecil atau bahkan hingga saat ini ? Jika benar-benar pernah mengucapakannya, saat ini kita mulai berfikir bagaimana jadinya disaat waktu telah menjadikan diri kita sebagai orang tua dan tiba-tiba disaat ingin menyuruh anak kita, ia menolaknya dengan ungkapan yang dahulu di saat masih kecil pernah terucap. Apa yang terjadi? Benar, perasaan sedih itu muncul dalam hati dan bahkan kesedihan itu