Saturday, November 25klik1ayat.com

Niat dan Poros Ibadah

168 views

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda:

“Akan aku katakan pada kalian perkataan, maka ingatlah. Sesungguhnya dunia diperuntukkan bagi empat orang: seorang hamba yang Allah berikan kepadanya harta dan ilmu dan dengan itu dia bertaqwa kepada Tuhannya. Dan dengan ketaqwaan tersebut sampailah kasih sayang Tuhannya. Dan dia tahu bahwa ada hak Allah di dalamnya. Maka inilah kedudukan yang paling utama. Dan seorang hamba yang Allah berikan kepadanya ilmu tanpa harta. Sedangkan dia termasuk orang yang benar dalam niatnya. Dia berkata: Andai aku mempunyai harta, aku akan mengerjakan apa yang dikerjakan fulan dan dia dengan niatnya. Maka pahala keduanya sama. Seorang hamba yang Allah berikan kepadanya harta tanpa ilmu. Sedangkan dia menggunakan harta tanpa ilmu dan tidak juga bertaqwa kepada Tuhannya. Dan tidak sampai kasih sayang Tuhan kepadanya. Dan tidak tahu bahwa dalam harta tersebut ada hak Allah. Maka inilah kedudukan terburuk. Seorang hamba yang tidak diberi harta, tidak juga ilmu sedangkan dia berkata: Andai aku punya harta seperti hanlnya fulan, sungguh aku akan mengerjakan sebagaimana fulan sedangkan dia tahu niat dari fulan tersebut. Maka dosa keduanya sama.” (HR. Tirmidzi 2325, Ahmad (231:4)).

Sebagai keterangan lanjutan, bisa kamu simak pada hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim Ra. berikut:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بالنِّيَّاتِ وإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ ما نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَو امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya.”

Hadits di atas cukup gamblang untuk mengarahkan kepada kesimpulan bahwa niat itu penting. Bahkan sangking pentinya, sehingga tak mengherankan jika hadits tentang niat di atas menjadi sepertiga ilmu dan masuk dalam 70 bab fiqh, loh?

Oh, ya pengambilan contoh hijrah pada hadits niat di atas bukan berarti hanya berlaku pada hijrah saja, bahkan berlaku secara umum pada seluruh syara’. Dalam redaksi hadits lain disebutkan:

“Barang siapa yang mendatangi tempat tidurnya sedangkan dia berniat untuk bangun dan shalat malam, kemudian terpejamlah matanya sampai subuh. Maka ditulislah baginya apa yang telah diniatkan, adapun tidurnya menjadi shadaqah dari Allah kepada dirinya.” (HR. An Nasai 1787, Ibn Majah 1344)

Itulah pentingnya niat. Bahkan sangking pentinya, sampai-sampai dikatakan bahwa niat seorang mukmin itu lebih baik dari perbuatannya. Alasannya pun beragam.

Pertama, Imam Baihaqi mengatakan dalam kamubnya as Syi’b bahwa niat tanpa perbuatan merupakan bentuk ketaatan sedangkan perbuatan tanpa amal tidak bisa dikatakan sebagai ketaatan.

Kedua, seorang mukmin yang berniat dengan aneka bentuk kebaikan di luar kemampuannya, akan menuai pahala meski tidak mengerjakannya.

Ketiga, niat adalah ruh amal sedangkan amal berpahala dengan perantara badan. Dari itulah kebaikan dan keburukan amal mengikuti kebaikan dan keburukan niat.

Keempat, niat terbebas dari sifat riya’ sedangkan dalam amal sering kali tercampur dengan riya’, ujub atau sum’ah.

Eits, tapi niat yang bagaimana nih? Yang dimaksud dengan niat di sini adalah kesengajaan atau tujuan, jika dilihat dari segi bahasa. Sedangkan dalam pandangan syar’I, niat bisa dikatakan sebagai kesengajaan untuk taat dan mendekatkan diri dengan Allah Swt dalam mengadakan pekerjaan. Baik itu yang wajib, sunnah atau bahkan mubah.

Niat itu bisa dibilang poros ibadah, loh? Gara-gara niat saja, amal kamu bisa berganti status. Dari sah menjadi batal atau sebaliknya. Bisa bernilai haram atau wajib, sunnah atau makhruh. Untuk itulah,

 

Kertas Lecek
Kertas Lecek

Latest posts by Kertas Lecek (see all)

bagikan iniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn