Saturday, November 25klik1ayat.com

Pengertian Thaharoh dan Macam-macam Caranya

272 views

Syarat sahnya sebuah ibadah ialah harus dalam keadaan suci, tidak membawa najis dan tidak pula dalam keadaan yang dilarang untuk melaksanakan ibadah. Dan setiap ibadah diawali dengan syarat-syarat dan rukun di dalam ibadah tersebut, adapun syarat yang paling utama ialah bersuci dari najis, oleh karena itu tulisan ini akan membahas mengenai pengertian thaharoh dan alat-alat yang digunakan untuk thaharoh.

Baca Juga : Macam-macam najis

Pengertian Thaharoh

Pengertian thaharoh secara bahasa adalah bersih dari segala kotoran baik yang terlihat atapun secara ma’nawiyah, dan secara syariat thaharoh ialah mengangkat hadast atau menghilangkan najis atau pengganti dari kedua-duanya ataupun pada perumpamaan mengangkat hadast dan menghilangkan najis. Ini merupakan pengertian yang diungkapkan oleh Imam Nawawi.

  • Mengangkat Hadats : seperti wudhu dan mandi
  • Menghilangkan najis : seperti istinja dengan air (baca. cebok) atau mencuci baju yang terkena najis.
  • Satu makna dari mengangkat hadats : seperti tayamum serta wudhunya sohibul dhoruroh yaitu kencing yang terus menerus, akan tetapi hadast yang ada tidak dapat terangkat hanya saja dapat melaksanakan ibadah tertentu.
  • Satu makna dari menghilangkan najis : seperti istinja (baca, cebok) menggunakan batu, dimana sisa-sia dari najis masih tersisa.
  • Perumpamaan dari mengangkat hadats : seperti mandi-mandi sunah, memperbarui wudhu, basuhan kedua, ketiga disaat membasuh tangan dan lainnya ketika berwudhu.
  • Perumpamaan dari menghilangkan najis :  seperti mencucui kedua dan ketiga disaat menghilangkan najis.

Adapun cara untuk berthaharoh ada 4 macam :

  1. Wudhu, wudhu dilakukan ketika seseorang ingin melaksanakan suatu ibadah dimana tanpa wudhu ibadah yang akan dilaksanakan tidaklah sah, dan hukum wudhu itu sendiri adalah wajib (wajib disaat ingin melaksanakan ibadah) seperti hendak membaca al Qur’an maka hal yang dilakukan kali pertama ialah bersuci dengan cara wudhu karena ada larangan untuk tidak membaca al Qur’an disaat sedang tidak suci.
  2. Mandi, mandi ada dua yaitu sunnah dan wajib. Mandi sunnah dilakukkan sebab akan melaksanakan suatu ibadah seperti hendak melaksanakan shalat jum’at maka disunnahkan untuk mandi, adapun mandi wajib ialah mandi yang dilakukan setelah melakukan hubungan jima’ atau keluarnya mani.
  3. Tayamum, tayamum merupakan pengganti dari wudhu disaat seseorang tidak menemukan air atau dalam keadaan sakit yang tidak diperbolehkan menyentuh air.
  4. dan Menghilangkan najis, menghilangkan najis yang ada di pakaian, tempat ataupun wadah cukup dilakukan dengan tata cara sesuai dengan jenis najis yang ada.

Adapun wasilah atau alat yang dapat mensucikan ada 4 macam :

  1. Air : jika air tersebut suci secara mutlak (tidak tercampur sesuatu/ terkena najis)
  2. Debu : jika debu tersebut suci, mensucikan dan benar-benar debu tanpa tercampur yang lainnya.
  3. Menyamak: jika yang digunakan merupakan benda panas, yang dapat mengangkat daging-daging atau kotoran dari kulit.
  4. Batu untuk istinja : batu yang tidak runcing (tajam), keras dan suci.

 

Sumber : Kitab Al Aham ‘Mukhtassor Kitab Taqrirot Assyadidah’

 

Klik 1ayat.com

Klik 1ayat.com

admin at klik1ayat
klik1ayat merupakan sebuah website yang memberikan nuansa baru bagi anda dalam mencari dan mempelajari tentang Islam melalui media digital, disini kami memberikan sebuah karya tulisa berupa kajian Islam
Klik 1ayat.com

Latest posts by Klik 1ayat.com (see all)

bagikan iniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn